DIKSIPUBLIK, Bandar Lampung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menegaskan bahwa dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat ditutup secara permanen apabila terbukti secara sengaja menyajikan menu yang tidak sehat atau tidak layak konsumsi kepada siswa.
Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, menyampaikan hal tersebut menyusul viralnya video di media sosial yang memperlihatkan menu MBG dalam kondisi diduga busuk atau berlendir di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Lampung Utara.
“Kalau ada unsur kesengajaan dalam penyajian menu yang tidak sehat, dapur itu bisa ditutup. Padahal membangun satu dapur membutuhkan investasi hingga sekitar Rp2 miliar. Jika sampai ditutup, anggaran tersebut akan sia-sia dan negara tidak akan mengembalikan dana,” ujar Mikdar saat diwawancarai, Jumat (16/1/2026).
Ia menegaskan, program MBG merupakan kebijakan strategis pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab.
“Kita sangat menyayangkan persoalan ini, karena tujuan dapur MBG adalah menghadirkan makanan bergizi dan sehat untuk mendukung pertumbuhan anak-anak agar mereka cerdas, sehat, dan siap meneruskan masa depan bangsa,” katanya.
Mikdar juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan pemeriksaan lanjutan serta memperketat pengawasan terhadap dapur-dapur SPPG agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain.
“Saya yakin BGN sudah memiliki sistem pengawasan yang lengkap. Persoalan ini harus ditelusuri secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan pihak pengelola dapur MBG agar tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan pemerintah.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Program MBG jangan sampai dicederai oleh kelalaian atau tindakan yang merugikan anak-anak,” tegasnya.
Mikdar berharap kasus tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi dan pembinaan bagi seluruh pengelola dapur MBG, baik di Lampung Utara maupun daerah lainnya.
“Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran agar tidak kembali terjadi,” pungkasnya.










