DIKSIPUBLIK, Bandar Lampung – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menekankan perlunya disiplin perencanaan dalam penyusunan target pendapatan Bank Lampung untuk tahun 2026. Ia meminta manajemen bank daerah tersebut menyusun proyeksi pendapatan secara sistematis dan terukur agar mudah dipantau sepanjang tahun.
Giri Akbar menilai perencanaan yang rapi dan berbasis indikator periodik menjadi prasyarat penting bagi peningkatan kinerja Bank Lampung. Menurutnya, target tahunan harus disertai peta capaian bertahap sehingga arah kinerja dapat dikendalikan sejak awal.
Ia menegaskan, DPRD Provinsi Lampung membutuhkan instrumen evaluasi yang jelas untuk memastikan target yang ditetapkan benar-benar dijalankan secara konsisten oleh manajemen Bank Lampung.
“Perencanaan yang disiplin akan memudahkan pengawasan dan menjadi alat koreksi jika terjadi penyimpangan dari target,” ujarnya.
Sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Giri Akbar, Bank Lampung memiliki ruang yang besar untuk mengoptimalkan pendapatan. Dukungan kebijakan dan potensi pasar daerah dinilai harus dimanfaatkan secara maksimal melalui perencanaan yang matang.
Dorongan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Bank Lampung yang turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, serta jajaran komisaris dan direksi Bank Lampung.
Rapat yang berlangsung di Kantor Pusat Bank Lampung itu dipandu Komisaris Utama M. Firsada, dengan paparan rencana kerja dan arah kebijakan disampaikan oleh Penjabat Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana.
Melalui forum koordinasi tersebut, DPRD Lampung berharap pengelolaan dan perencanaan pendapatan Bank Lampung pada 2026 dapat berjalan lebih tertib, terukur, dan akuntabel. ()










