Beranda / POTRET PEMERINTAHAN / Wahana Raharja Berbenah, Bidik Peran Strategis di Rantai Pangan Lampung

Wahana Raharja Berbenah, Bidik Peran Strategis di Rantai Pangan Lampung

DIKSIPUBLIK, Bandar Lampung — PT Wahana Raharja (Perseroda) mulai menata ulang arah bisnisnya. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Lampung ini tengah menjalani proses restrukturisasi menyeluruh sebagai langkah pembenahan internal sekaligus upaya menyiapkan peran strategis dalam rantai pangan daerah.

Pembenahan tersebut mencakup restrukturisasi bisnis dan keuangan yang diarahkan untuk memperkuat fondasi perusahaan, meningkatkan tata kelola, serta mendorong kontribusi yang lebih nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perekonomian Lampung. Langkah ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari penataan internal hingga perumusan arah pengembangan usaha.

Sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, Lampung memiliki potensi besar di sisi produksi. Namun selama ini, nilai tambah dan kendali rantai pasok komoditas pangan masih belum sepenuhnya dinikmati daerah dan petani. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar bagi PT Wahana Raharja untuk mengambil posisi lebih strategis di sektor pangan.

Perkuat Lini Usaha yang Sudah Ada

Dalam fase awal restrukturisasi, PT Wahana Raharja memfokuskan diri pada penguatan lini usaha yang telah berjalan dan relatif stabil. Salah satunya melalui penyediaan dan pengadaan alat tulis kantor (ATK) bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, yang sekaligus mendorong efisiensi belanja daerah.

Selain itu, perusahaan melakukan optimalisasi dan rekonsiliasi aset agar lebih produktif dan memiliki nilai ekonomi. Aset-aset yang sebelumnya kurang optimal diarahkan untuk mendukung kegiatan usaha inti. Di sektor pangan, pembenahan dilakukan pada lini penyewaan mesin Rice Milling Unit (RMU) beserta usaha turunannya sebagai bagian dari penguatan bisnis berbasis komoditas strategis.

Pendekatan tersebut ditempuh untuk memastikan perusahaan kembali sehat secara operasional dan finansial sebelum melangkah ke fase pengembangan yang lebih luas.

Bidik Hilirisasi dan Nilai Tambah

Sejalan dengan proses pembenahan internal, PT Wahana Raharja juga menyiapkan pengembangan usaha yang berorientasi pada hilirisasi dan penciptaan nilai tambah. Dalam waktu dekat, perusahaan mempersiapkan rencana repacking komoditas pangan strategis seperti minyak goreng dan gula, serta restrukturisasi aset guna mendukung kegiatan hilirisasi.

Langkah ini diharapkan mendorong Lampung agar tidak hanya berperan sebagai daerah produsen bahan mentah, tetapi juga memiliki kendali dalam mata rantai pengolahan dan distribusi pangan. Dengan demikian, nilai ekonomi komoditas dapat bertahan lebih lama di daerah dan memberi dampak langsung terhadap PAD.

Instrumen Pangan Daerah

Sebagai BUMD, PT Wahana Raharja diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai instrumen kebijakan ekonomi daerah. Keberadaannya diharapkan mampu berkontribusi dalam penguatan rantai pasok, stabilisasi harga, serta peningkatan kesejahteraan petani melalui model bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Selama ini, kendali rantai pasok komoditas pangan kerap berada di luar daerah produsen. Melalui penguatan peran BUMD pangan, Pemerintah Provinsi Lampung diharapkan memiliki alat ekonomi yang mampu menjembatani kepentingan petani, pasar, dan pemerintah daerah secara lebih seimbang.

Komitmen Manajemen

Direktur Utama PT Wahana Raharja (Perseroda), Asep Muzaki, menegaskan bahwa pembenahan yang dilakukan merupakan langkah mendasar untuk membangun kembali fondasi perusahaan.

“Kami memulai dari pembenahan internal, tata kelola, dan penguatan bisnis yang sudah ada. Targetnya sederhana tapi fundamental, yaitu memastikan PT Wahana Raharja sehat secara operasional dan finansial, sehingga ke depan mampu mengambil peran strategis di sektor pangan daerah yang berdampak langsung bagi masyarakat dan berkelanjutan secara bisnis,” ujarnya.

Zaki Senafal, sapaan akrabnya, menambahkan, arah baru PT Wahana Raharja tidak terlepas dari kebutuhan Lampung sebagai daerah lumbung pangan nasional.

“Lampung punya potensi besar, tapi nilai tambahnya belum maksimal dinikmati daerah dan petani. Melalui restrukturisasi ini, kami ingin menyiapkan PT Wahana Raharja sebagai BUMD yang mampu masuk ke rantai nilai pangan, dari hulu hingga hilir, dengan model bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” katanya. (red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page