Beranda / Pertanian / Wagub Lampung: Pupuk Hayati Cair Dongkrak Hasil Panen Hingga 20 Persen

Wagub Lampung: Pupuk Hayati Cair Dongkrak Hasil Panen Hingga 20 Persen

DIKSIPUBLIK, Lampung Tengah – Penggunaan Pupuk Hayati Cair (PHC) terbukti efektif mendongkrak hasil panen petani hingga 20 persen. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat meninjau Rumah Produksi PHC di Kampung Sari Bakti, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (5/8/2026).
Menurut Wagub Jihan, penerapan PHC pada lahan pertanian di Desa Sari Bhakti telah menunjukkan hasil nyata yang positif, baik pada peningkatan produktivitas tanaman maupun perbaikan kualitas unsur hara tanah.
“Setelah diberikan treatment PHC, tanahnya menjadi lebih subur dan produksinya meningkat 15 sampai 20 persen,” ujar Jihan di sela-sela dialognya bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat.
Jihan menjelaskan, lonjakan produktivitas ini membawa angin segar bagi perekonomian petani. Pasalnya, peningkatan hasil panen tersebut dibarengi dengan efisiensi biaya produksi musiman yang signifikan akibat berkurangnya ketergantungan pada pupuk kimia.
Meski potensinya besar, Wagub Jihan mengakui bahwa mendorong petani untuk beralih ke teknologi hayati memerlukan strategi edukasi yang telaten.
“Mengubah mindset petani untuk beralih menggunakan PHC memang membutuhkan proses. Kita terus melakukan adaptasi secara bertahap agar petani dapat melihat langsung manfaatnya dan semakin yakin untuk menerapkannya,” ungkapnya.
Saat ini, program pengayaan lahan tersebut sudah memasuki tahap produksi kedua di Rumah Produksi PHC Sari Bakti. Manfaatnya kini telah dirasakan pada lahan pertanian seluas 250 hektare yang mencakup komoditas pangan utama seperti padi, jagung, hingga kopi. Wagub Jihan berharap keberhasilan klaster Lampung Tengah ini dapat ditiru oleh para petani di kabupaten lain.
Sebagai bentuk dukungan digitalisasi pertanian, Wagub Jihan tidak hanya memantau proses produksi pupuk. Ia juga turun ke sawah untuk melihat aplikasi lapangan dan mencoba langsung mengoperasikan drone sprayer guna menyemprotkan PHC ke tanaman padi.
Melalui keberhasilan inovasi PHC ini, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis dapat terus memperkuat kemandirian sektor pangan, memangkas biaya usaha tani, serta mewujudkan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page