DIKSIPUBLIK, Bandar Lampung — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengungkap sejumlah strategi Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pembangunan daerah saat menerima audiensi Pimpinan Redaksi Majalah Srikandi Lampung di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2026).
Audiensi tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus membahas berbagai program pembangunan Pemprov Lampung, mulai dari penguatan ekonomi berbasis pertanian, pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan pariwisata.
Dalam pertemuan itu, Pimpinan Redaksi Majalah Srikandi Lampung Suci Hartati, didampingi Pimpinan Umum Ella-Sarlela, Pimprus Regina Balqis, serta bagian Sirkulasi dan Iklan Maymunah, menyampaikan komitmen media tersebut untuk ikut menghadirkan informasi dan inspirasi dari perempuan-perempuan Lampung.
“Kami ingin berkarya dan melahirkan inspirasi dari perempuan-perempuan hebat di Provinsi Lampung. Kami juga ingin merangkul pemerintah daerah dan ikut mempromosikan berbagai potensi Lampung, terutama pariwisata,” ujar Suci.
Majalah Srikandi juga menyatakan ketertarikannya untuk mengangkat sejumlah program Pemprov Lampung, seperti Program Desaku Maju, SMA Terbuka, Sekolah Rakyat, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan sektor pariwisata.
Menanggapi hal tersebut, Jihan Nurlela mengapresiasi kehadiran Majalah Srikandi sebagai wadah perempuan sekaligus mitra dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
“Terima kasih teman-teman dari Majalah Srikandi yang ternyata merupakan himpunan dari perempuan-perempuan media di Lampung. Terima kasih juga karena sebelumnya sudah berkoordinasi dan turut memuat kegiatan Pemerintah Provinsi Lampung, termasuk Program Desaku Maju dan program-program lainnya,” kata Jihan.
Jihan menjelaskan, salah satu strategi pembangunan yang didorong Pemprov Lampung adalah memperkuat potensi desa melalui Program Desaku Maju. Program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pembangunan di tingkat desa, terutama pada sektor sosial, ekonomi, dan pendidikan.
Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Lampung. Karena itu, pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat hilirisasi agar komoditas masyarakat memiliki nilai tambah.
“Di Lampung sektor utamanya adalah pertanian yang mendukung PDRB lebih dari 30 persen. Kita optimalisasi lagi melalui hilirisasi. Salah satu instrumennya adalah bantuan bed dryer dan Pupuk Hayati Cair (PHC) untuk mengungkit added value komoditas masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan Pupuk Hayati Cair (PHC) telah berjalan di sejumlah titik sebagai bagian dari upaya mendorong pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penggunaan PHC juga diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi petani.
Sementara bantuan bed dryer diarahkan agar proses hilirisasi tidak berhenti pada produksi Gabah Kering Giling (GKG), tetapi dapat dilanjutkan hingga menjadi beras. Dengan demikian, nilai tambah hasil pertanian dapat tetap dinikmati di Lampung.
“Selain itu, ada bed dryer agar petani tidak hanya memproduksi Gabah Kering Giling, tetapi hilirisasinya langsung menjadi beras agar nilai tambahnya ada di Lampung,” ujarnya.
Jihan mengatakan, target jangka panjang Program Desaku Maju adalah menjangkau seluruh desa di Lampung. Namun, pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan kondisi fiskal.
Untuk sektor UMKM, Pemprov Lampung mendorong perluasan akses pembiayaan melalui sinergi dengan perbankan dan lembaga pembiayaan. Menurut Jihan, dukungan terhadap pelaku UMKM tidak dapat hanya mengandalkan APBD.
Skema tersebut diharapkan tidak hanya membuka akses permodalan, tetapi juga memperkuat pemberdayaan dan keberlanjutan usaha melalui pendampingan.
Strategi pembangunan berikutnya diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satunya dilakukan dengan memperluas pelaksanaan SMA Terbuka.
Jihan menjelaskan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berkaitan dengan tiga indikator utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Karena itu, penguatan sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan daerah.
“SMA Terbuka adalah instrumen lompatan karena sangat fleksibel dan gratis. Seluruh kabupaten kita minta membuka SMA Terbuka bekerja sama dengan desa-desa,” katanya.
Selain SMA Terbuka, Pemprov Lampung juga mendukung pengembangan Sekolah Rakyat. Program tersebut telah berjalan di Lampung Selatan dan Lampung Timur, sementara usulan dari Tulang Bawang dan Lampung Barat masih dalam proses verifikasi.
Di sektor pariwisata, pemerintah juga terus memperkuat konektivitas dan mengembangkan kawasan wisata. Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu strategi untuk membuka akses menuju berbagai destinasi unggulan, termasuk kawasan Bakauheni hingga Gigi Hiu.
“Pariwisata Lampung sedang giat-giatnya. Secara organik kita dianugerahkan alam yang luar biasa seperti pantai dan gunung. Namun yang unorganik, yakni budaya nenek moyang, juga kita ungkit melalui kawasan wisata terpadu,” ujar Jihan.
Menurutnya, potensi wisata alam dan budaya perlu dipadukan sehingga menjadi kekuatan yang saling melengkapi dalam menarik lebih banyak wisatawan ke Lampung.
Selain sektor ekonomi dan pariwisata, Jihan juga menilai pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan generasi muda, khususnya Gen Z dan content creator.
Menurutnya, media sosial memiliki kekuatan besar untuk menyampaikan informasi pembangunan. Karena itu, Pemprov Lampung membuka ruang kolaborasi dengan content creator untuk membantu mengedukasi masyarakat sekaligus menyosialisasikan berbagai program pemerintah.
“Media sosial bebas, tapi butuh patron agar terhindar dari misinformasi. Mereka membantu menjelaskan wewenang jalan provinsi, nasional, atau kabupaten agar masyarakat paham proses birokrasi, sekaligus ikut mengkritisi jika ada pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi,” pungkasnya. (ela)










