Beranda / Nasional / JAMIRA Nilai Pendekatan Religius Kapolri Bisa Perkuat Kedekatan Polisi dan Warga

JAMIRA Nilai Pendekatan Religius Kapolri Bisa Perkuat Kedekatan Polisi dan Warga

DIKSIPUBLIK, Jakarta – Jaringan Media Indonesia Raya (JAMIRA) menilai pendekatan religius yang ditunjukkan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dapat memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat.

Pendekatan tersebut dinilai menjadi salah satu cara membangun komunikasi yang lebih humanis, terutama melalui silaturahmi dengan ulama dan hubungan baik dengan tokoh agama.

Ketua Umum JAMIRA, RM Gusti Haes, mengatakan kepemimpinan kepolisian tidak hanya diukur dari penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, keteladanan, dan kepercayaan masyarakat.

“Keteladanan religius akan semakin bermakna ketika tercermin dalam pelayanan yang adil, penegakan hukum yang profesional, dan komunikasi yang santun kepada masyarakat,” kata Gusti saat menerima kunjungan aktivis dan sejumlah jurnalis di kawasan Kalibata City, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, silaturahmi Kapolri dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta keterlibatan dalam kegiatan keagamaan menunjukkan pentingnya hubungan antara institusi kepolisian dan tokoh agama.

JAMIRA memandang nilai-nilai keagamaan yang dipadukan dengan pendekatan humanis dapat membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara polisi dan warga. Kedekatan tersebut diharapkan tidak hanya terbangun dalam kegiatan formal, tetapi juga hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Gusti juga menyoroti pentingnya etika komunikasi di ruang digital. Menurutnya, di tengah cepatnya penyebaran informasi dan potensi konflik di media sosial, komunikasi yang santun dan bertanggung jawab diperlukan untuk menjaga hubungan yang sehat antara kepolisian dan masyarakat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kedekatan dengan masyarakat harus dibuktikan melalui praktik pelayanan yang nyata.

“Konsistensi pelayanan kepolisian, transparansi penegakan hukum, respons terhadap pengaduan masyarakat, serta sikap personel di lapangan juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

JAMIRA berharap pendekatan religius dan humanis yang ditunjukkan Kapolri dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan Polri, sehingga masyarakat tidak hanya merasakan kedekatan secara simbolis, tetapi juga memperoleh pelayanan yang adil, profesional, dan terbuka terhadap kritik.

“Sebab, kedekatan polisi dengan masyarakat perlu tercermin bukan hanya dalam kegiatan seremonial, melainkan juga dalam pelayanan yang adil, profesional, dan terbuka terhadap kritik,” pungkas Gusti. (*/JAMIRA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page