Beranda / Bandar Lampung / Eva Dwiana Dorong Waterfront City, Penataan Pesisir Lampung Kembali Dikaji

Eva Dwiana Dorong Waterfront City, Penataan Pesisir Lampung Kembali Dikaji

DIKSIPUBLIK, BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana mendorong pengembangan konsep Waterfront City sebagai bagian dari upaya menata kawasan pesisir Lampung. Konsep tersebut kembali dikaji setelah sebelumnya digagas sekitar satu dekade lalu.

Hal itu disampaikan Eva Dwiana saat menghadiri Seminar Nasional “Menata Pesisir: Wujudkan Waterfront City untuk Lampung Maju” yang diselenggarakan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Grand Krakatau Ballroom, Swiss-Belhotel Lampung, Kamis (20/8/2026).

Seminar tersebut menjadi forum untuk membahas kembali arah penataan kawasan pesisir Lampung dengan melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan organisasi profesi.

Sejumlah aspek menjadi pembahasan, mulai dari penataan kawasan pesisir, peluang investasi, keberlanjutan lingkungan hingga penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. sebagai keynote speaker.

Dalam kesempatan itu, Eva Dwiana menyampaikan apresiasinya terhadap seminar yang dinilai dapat menjadi ruang untuk menghidupkan kembali pembahasan mengenai konsep Waterfront City.

Menurut Eva, Waterfront City merupakan konsep penataan ruang yang memanfaatkan kawasan yang berbatasan dengan sungai maupun laut, dengan orientasi pembangunan yang menghadap ke kawasan perairan.

Ia menilai konsep tersebut relevan untuk kembali dikaji dengan menyesuaikannya terhadap perkembangan pembangunan serta kebutuhan masyarakat saat ini.

“Waterfront City merupakan konsep penataan ruang yang memanfaatkan kawasan berbatasan dengan sungai maupun laut dengan orientasi pembangunan menghadap ke kawasan perairan,” ujar Eva.

Eva berharap pengembangan kawasan pesisir tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga keseimbangan ekologi.

Menurutnya, penataan pesisir membutuhkan sinergi berbagai pihak agar konsep yang dikembangkan dapat berjalan secara terencana dan memberikan manfaat jangka panjang.

Melalui pembahasan dan kolaborasi tersebut, penataan pesisir Lampung diharapkan dapat mewujudkan kawasan yang lebih tertata, berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing sebagai bagian dari upaya menuju Lampung Maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page