DIKSIPUBLIK, Bandar Lampung – DPRD Provinsi Lampung menyoroti potensi Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, sebagai kawasan kota baru yang diproyeksikan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung.
Sorotan tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar terkait rencana penggabungan delapan desa di Kecamatan Jati Agung ke wilayah Kota Bandar Lampung melalui proses penyesuaian daerah dan perubahan batas wilayah.
Ahmad Giri Akbar mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari lapangan, masyarakat di delapan desa tersebut telah menyatakan kesepakatan untuk bergabung dengan Kota Bandar Lampung.
Menurutnya, rencana penggabungan wilayah ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung yang terus mendorong pembangunan kawasan kota baru sebagai bagian dari strategi pengembangan wilayah dan percepatan pertumbuhan ekonomi.
“Provinsi memang berencana terus mendorong pembangunan kota baru, mungkin mulai dari kawasan Itera. Di situ nanti akan menjadi kawasan strategis, ada Kodam, ada Kejaksaan,” ujar Ahmad Giri Akbar, Selasa (27/01/2026).
Ia menambahkan, pembangunan kawasan kota baru tersebut tidak hanya melibatkan institusi vertikal, tetapi juga akan didorong melalui partisipasi aktif organisasi perangkat daerah (OPD), baik di tingkat provinsi maupun daerah.
“Semua OPD, baik instansi vertikal maupun OPD di daerah, akan didorong untuk melakukan pembangunan di area kota baru,” paparnya.
Ketua DPRD Lampung menilai, delapan desa yang direncanakan bergabung ke wilayah Kota Bandar Lampung memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang dapat memperkuat struktur ekonomi daerah.
“Harapannya kawasan Jati Agung ini bisa menjadi kantong ekonomi baru dan penopang pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung,” ujarnya.
Diketahui, delapan desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang telah menyatakan persetujuan bergabung dengan wilayah Kota Bandar Lampung yakni Desa Purwotani, Margorejo, Sinar Rejeki, Margomulyo, Margodadi, Gedung Agung, Gedung Harapan, dan Banjaragung. (*)










